MRP untuk SMB manufaktur: forecasting Lebaran sampai ke kancing
BOM multi-level dan MRP run dulu identik dengan SAP atau Odoo Enterprise. Sekarang merchant manufaktur skala menengah punya akses ke alat yang sama.
Manufaktur SMB Indonesia sering pakai Excel untuk planning produksi. Pekerja warehouse counting kancing manual. Saat lonjakan Lebaran datang, kekurangan satu komponen kecil bisa menghentikan seluruh production line.
Yang dilakukan MRP
Material Requirements Planning menjawab pertanyaan: "Untuk produksi X unit, saya butuh material apa, kapan?" Inputnya: forecast permintaan + BOM (resep produk) + lead time supplier. Outputnya: rekomendasi PR/PO ke supplier yang tepat di waktu yang tepat.
BOM multi-level yang nyata
Kaos polos sederhana saja sudah punya 4-5 komponen: kain meter, benang, label brand, label size, packaging. BOM multi-level mencatat semuanya — termasuk waste rate per komponen.
Saat MRP run dijalankan, sistem explode BOM, kalkulasi kebutuhan total, kurangi stok yang ada, dan generate PR otomatis ke 4 supplier yang berbeda.
Forecast yang realistis untuk Indonesia
Forecasting untuk merchant Indonesia harus mempertimbangkan musim:
- Lebaran — lonjakan +40% s.d. +60%
- Idul Adha — kecil tapi konsisten
- Tahun ajaran baru — pakaian, tas, alat tulis
- Harbolnas 11.11 — flash sale besar
- 12.12 + Natal — campuran ritel dan B2B
Tyrex MRP punya kalender musiman bawaan untuk Indonesia. Forecast tidak harus dibuat dari nol — tinggal adjust multiplier.
Closed loop dengan quality
Output produksi otomatis dipindai oleh modul Quality Management. Pass rate dilaporkan, batch yang gagal ditandai, dan stok yang masuk ke gudang adalah stok yang sudah lulus QC. Tidak ada lagi pertanyaan "ini sudah QC belum?".