Strategi harga marketplace: kapan diskon paling efektif
Harga di Shopee, TikTok, dan Tokopedia tidak harus sama. Yang penting adalah konsisten dengan margin per channel.
Banyak merchant memberi harga sama persis di semua marketplace karena takut dianggap tidak fair. Hasilnya: margin tergerus di channel dengan biaya tinggi, dan harga terlalu tinggi di channel yang biaya operasionalnya rendah.
Biaya per channel berbeda
- Shopee punya biaya admin, voucher subsidi, promo Mall, dan biaya kurir
- TikTok Shop punya commission rate, affiliate cost, live stream incentive
- Tokopedia punya kombinasi mall, OS, dan biaya gateway
Margin yang sehat harus dihitung setelah semua biaya channel — bukan pricelist mentah.
Pendekatan dynamic pricing yang sederhana
Tidak perlu mesin AI canggih untuk pricing yang baik. Yang penting:
- Tahu margin bersih per channel per produk
- Tahu harga kompetitor terdekat
- Set floor price yang aman secara margin
- Adjust per kampanye
Kapan diskon efektif
- Flash sale — bagus untuk produk yang sedang trending, jelek untuk evergreen
- Voucher repeat buyer — naikkan AOV tanpa hancurkan margin akuisisi
- Bundle — buang slow mover bersama bestseller
- Marketplace boost — efektif kalau dipasangkan dengan listing yang sudah optimasi
Yang harus dihindari
Diskon panik di akhir bulan untuk kejar target — sering hancurkan margin tanpa membantu mood pelanggan.
Diskon "sama di semua channel" — sering jadi balapan ke bawah dengan kompetitor yang punya struktur biaya berbeda.
Tyrex AI menganalisis margin per channel dan kasih saran kapan diskon paling efektif berdasarkan history dan kompetitor terdekat.