Persiapan demand Lebaran: checklist 8 minggu sebelum hari raya
Lonjakan Lebaran adalah event terbesar untuk banyak merchant Indonesia. Berikut yang harus disiapkan dari H-8 minggu sampai H-1 hari.
Lebaran bukan satu hari peak — periode lonjakannya bisa 5-6 minggu. Persiapan yang baik dimulai 2 bulan sebelumnya.
H-8 minggu: Forecast & PR
Buat forecast berdasarkan history Lebaran tahun lalu dengan adjustment growth. Jalankan MRP untuk identifikasi komponen yang butuh PR ke supplier dengan lead time panjang.
H-6 minggu: Procurement
Konfirmasi PO ke supplier utama. Negosiasi diskon volume kalau memungkinkan. Untuk apparel, cek availability fabric vendor — biasanya kapasitas penuh di periode ini.
H-4 minggu: Konten & kampanye
Generate kalender konten 4 minggu di Tyrex AI. Schedule post Instagram dan TikTok dengan tema Ramadan. Set up landing page khusus Lebaran. Aktifkan voucher early bird.
H-3 minggu: Inventory positioning
Transfer stok ke gudang yang dekat dengan area target (mudik = pulang kampung = order ke daerah). Sesuaikan safety stock per channel.
H-2 minggu: Marketplace push
Aktifkan Shopee Boost, naikkan budget ads, daftar ke promo Mall. Aktifkan flash sale terjadwal.
H-1 minggu: Operasional
Briefing tim warehouse soal jadwal libur. Aktifkan auto-routing ke gudang siap-kirim. Set up dashboard real-time untuk monitor anomaly.
H-0 sampai H+7: Eksekusi
Monitor stok kritis 2x sehari. Respond cepat ke pertanyaan pelanggan. Auto-promosi voucher repeat buyer untuk pelanggan yang baru pertama kali order.
Pasca-Lebaran
Analisis mana yang bekerja vs tidak. Catat lessons learned untuk tahun depan. Cek dead stock dan plan clearance.