SEO fundamentals untuk storefront brand: dasar yang sering dilewat
SEO untuk storefront brand bukan setting-and-forget. Dasar yang benar bisa menghasilkan traffic organik yang konsisten.
Banyak brand kecil membayar agency SEO mahal — sementara dasar yang sederhana belum benar. Yang penting bukan jumlah keyword yang di-target, tapi kualitas struktur teknis dan konten.
Lima dasar yang sering keliru
- Title tag yang terlalu panjang
Maksimal 60 karakter. Pattern: {Product} - {Brand} | {Site Name}
- Meta description tidak deskriptif
Maksimal 160 karakter. Tulis seperti pitch — singkat, manfaat, CTA.
- Heading hierarchy berantakan
Setiap halaman 1 H1, beberapa H2 untuk section, H3 untuk subsection.
- Image alt tag dilewatkan
Setiap gambar harus punya alt text yang deskriptif. Bantu accessibility dan SEO sekaligus.
- Schema.org tidak di-implement
Product schema dengan price, availability, dan review meningkatkan rich snippet.
Page speed yang realistis
Lighthouse score > 80 cukup untuk kebanyakan kasus. Yang penting:
- LCP (Largest Contentful Paint) < 2.5s
- CLS (Cumulative Layout Shift) < 0.1
- INP (Interaction to Next Paint) < 200ms
Konten yang berkelanjutan
Blog yang konsisten mengalahkan blog yang sporadis. Schedule realistis untuk brand kecil:
- 1 post per minggu
- Mix antara product-focused dan industry insights
- Internal linking ke listing produk
llms.txt untuk AI search
Format llms.txt adalah standar baru untuk discoverability di AI search engines. Isi dengan struktur situs, produk utama, dan brand story. Mirip robots.txt tapi untuk AI.
Tools bawaan Tyrex
Storefront Tyrex sudah include:
- Schema.org auto-generated
- Sitemap.xml otomatis
- llms.txt template
- Image optimization
- Lazy loading
Yang masih manual: konten blog dan keyword research.