B2B Hub: bagaimana distributor kecil melayani perusahaan besar
Quotation, NPWP, credit limit, statement of account — fitur yang dulu hanya ada di ERP berat sekarang built-in untuk distributor SMB.
Banyak distributor Indonesia tumbuh dari ritel ke B2B tanpa pernah pindah sistem. Akibatnya: pesanan PT dipaksa masuk ke alur ritel — tanpa quotation, tanpa NPWP tracking, tanpa credit term yang jelas.
Apa yang dibutuhkan B2B
- Quotation dengan validity period dan persetujuan tier
- Master companies dengan NPWP, alamat penagihan, multi-PIC
- Credit limit dan payment terms (Net 30, Net 60)
- Multi-stage delivery — kirim 60% dulu, sisanya minggu depan
- Statement of account bulanan dengan aging yang akurat
Yang sering kekurangan di sistem B2B SMB
Kebanyakan tools B2B yang ada di pasar Indonesia berorientasi sekali kirim sekali bayar — padahal realita corporate procurement adalah quote-to-cash dengan banyak titik review.
Tyrex B2B Hub mengikuti alur natural: Quotation → Sales Order → Multi-stage Delivery → Invoice → Payment Receipt → Statement.
Account manager yang efisien
Setiap perusahaan B2B di-assign ke account manager. Dashboard menunjukkan: outstanding balance, last activity, upcoming renewal, credit utilization. AM tidak perlu buka spreadsheet — semua konteks ada di profil perusahaan.
Integrasi ke modul lain
B2B order tidak diskip dari inventory engine. Routing tetap jalan: pesanan ke gudang Surabaya tetap dikirim dari sana. Stok turun. Faktur otomatis masuk AR. Cash flow muncul di laporan finansial.
Yang membedakan: harga B2B bisa berbeda dari harga ritel, dengan price list per company atau per tier.