ABC/XYZ analysis untuk warehouse SMB: identifikasi blocking SKU
Tidak semua SKU sama. Sebagian kecil produk biasanya menghasilkan mayoritas revenue — sementara sebagian besar jadi dead weight.
ABC/XYZ analysis adalah metode klasifikasi inventory yang membantu owner fokus pada SKU yang benar-benar penting. Konsepnya sederhana, eksekusinya yang sering jadi PR.
ABC: kontribusi terhadap revenue
- A class: 20% SKU yang menghasilkan 80% revenue — fokus utama, jangan pernah out of stock
- B class: 30% SKU yang menghasilkan 15% revenue — penting tapi tidak kritis
- C class: 50% SKU yang menghasilkan 5% revenue — kandidat clearance atau discontinue
XYZ: konsistensi demand
- X class: demand stabil, mudah forecast
- Y class: demand musiman, perlu adjustment
- Z class: demand sporadis, sulit dipredict
Matrix kombinasi yang paling actionable
- AX: bestseller stabil — fokus untuk safety stock tinggi
- AZ: bestseller tapi sporadis — hati-hati, butuh forecasting AI
- CX: slow tapi konsisten — bisa stocked rendah dengan reorder otomatis
- CZ: slow dan sporadis — kandidat utama untuk discontinue
Blocking SKU: kategori paling berbahaya
Blocking SKU adalah produk A-class yang sedang out of stock. Setiap hari OOS = revenue hilang yang signifikan.
Tyrex menghitung "estimasi kehilangan omzet per hari" untuk setiap blocking SKU. Tim warehouse bisa prioritaskan restock berdasarkan dampak finansial, bukan urutan masuknya request.
Eksekusi review berkala
ABC/XYZ tidak statis. Produk yang dulu A bisa jadi C dalam 6 bulan. Review minimal kuartalan, dengan trigger khusus saat:
- Launch produk baru
- Pasca-Lebaran
- Pasca-Harbolnas
- Saat masuk musim baru